Apakah bayi lebih peka terhadap gejala Gempa ?
Penulis membuat penelitian sederhana (baca : iseng) “Apakah bayi lebih peka terhadap gejala Gempa ?“ semata-mata dilatarbelakangi fenomena adanya beberapa bayi yang mendadak menangis atau bangun atau rewel sebelum atau saat gempa. Selain itu dikarenakan adanya ide rekan dari milist yang memberikan ide untuk membuat penelitian dengan adanya fenomena tersebut.
Apabila memang benar bayi lebih peka maka logika penulis adalah mengumpulkan data nomor handphone/rumah narasumber dimana bayi mereka mengalami mendadak rewel (setelah dicek bukan lapar, bukan pipis, bukan buang air besar, suhu badan normal) yang dapat dihubungi sehingga apabila benar bayi-bayi mendadak rewel pada waktu yang bersamaan/berdekatan maka kita sebagai orangtua segera melakukan tindakan penyelamatan.
Adapun metodologi penelitian ini berdasarkan metodologi sebagai berikut :
1. Speculation/Commentary : Riset yang disusun berdasarkan argumen/opini dengan sedikit/tanpa bukti empiris.
2. Survey : Riset dengan menggunakan kuisioner yang terstruktur dan telah dibuat sebelumnya untuk mendapatkan data dari individu-individu.
3. Case Study : Studi tentang suatu fenomena (seperti aplikasi, teknologi, keputusan) dalam sebuah organisasi pada satuan waktu tertentu.
Sumber jenis-jenis Metodologi diambil dari http://bebas.vlsm.org/v06/Kuliah/Seminar-MIS/2006/143/143-09-Methodology-9.pdf
Metodologi yang pertama dilakukan adalah Speculation/Commentary, dimana informasi diperoleh penulis dari milist dan blog.
Kemudian penulis mencoba melakukan metodolgi Survey. Survey tersebut dihimpun dengan nara sumber dari milist dan blog. Adapun kuisioner yang diperlukan saat ini masih dalam tahap penyebaran kuisioner.
Logika penulis, apabila metodologi Survey selesai dilakukan maka metodologi penelitian ini menjadi metodologi Case Study.
1. Metodologi Speculation/Commentary.
Berikut ini hasil dari Metodologi Speculation/Commentary.
Nomor urut 1 hingga 11, narasumber dari milist FM.
Nomor urut 12 hingga 15, narasumber dari blog multiply.
| No. | Narasumber | Kondisi yang dialami |
| 1. | Dinar Ardanti | Bayi berusia 11 bulan biasanya tidak gelisah atau menangis saat tidur malam, namun dinihari 9 Agustus 2007 mendadak bangun, gelisah dan menangis. Diberikan air putih tetap gelisah. |
| 2. | Lely S W | Anak mendadak rewel sekitar pukul 10 – 11 malam. Biasanya bangun 2 hingga 3 kali namun tidak serewel malam 8 Agustus 2007. Sang anak menunjuk ke arah luar rumah seakan minta dibawa keluar rumah. Ada kemungkinan rewel karena sebelumnya bermain semangat. |
| 3. | Indri Kencana | Anak terbangun sambil menangis saat berita gempa dari BMG diumumkan di TV. |
| 4. | Mariyam Setianto | Bayi rewel sebelum gempa serta minta minum susu. |
| 5. | Tya | Bayi mendadak menangis sebelum gempa, namun dua anak lainnya tetap tertidur. |
| 6. | Ellin Triselina | Biasanya sang anak tidur nyenyak namun dinihari 9 Agustus 2007 mendadak bangun dan minta dipeluk ibu. Kondisi lainnya saat kejadian gempa sang anak dan ibu tidak sedang menginap di rumah Cibubur melainkan di kos Jakarta dikarenakan sang suami sedang dinas luar kota sehingga tidak ada yang mengantar PP Cibubur – Jakarta. |
| 7. | Fitri | Biasanya hanya 2 hingga 3 kali sang anak terbangun, namun malam 9 Agustus 2007 sang anak sering terbangun. |
| 8. | Vilia | Sang anak mendadak bangun dan agak menangis, namun belum diketahui terjadi sebelum atau saat gempa. |
| 9. | Rita | Bayi rewel |
| 10. | Yanti | Anak berusia 2,5 tahun bertingkah aneh semalaman. Mulai pukul 10 malam hingga pukul 3 dinihari sang anak mendadak terbangun-bangun. Kemudian berkali-kali bangun minta buang air besar namun hingga 2 kali tidak sampai buang air besar, seperti sedang gelisah. Sang anak ingin tidur telungkup di atas badan sang ibu terus menerus. Terakhir, sang anak tidak memperbolehkan sang ibu tidur karena sang ibu diminta untuk menepuk pantat sang anak. |
| 11. | Eva Raiz | Anak berusia 5 tahun, biasanya tidur nyenyak dan tidak pernah bangun malam sejak usia 2 tahun, dinihari pukul 00.30 mendadak bangun minta minum. |
| 12. | Verapermata | Sang anak yang sedang tidur dengan nenek, mendadak bangun saat gempa. |
| 13. | Shofadarda | Anak biasanya bangun minta minum namun tidak sampai serewel malam 8 Agustus 2007. |
| 14. | Remangsenja | Sang anak menangis kencang, namun belum diketahui ssebelum/saat gempa. |
| 15. | Lisadianty | Sang anak mendadak terbangun kemudian ibu Lisa bangun dan terasa gempa. |
2. Metodolgi Survey
Data yang diperlukan untuk kuisioner akan dikirimkan oleh penulis kepada narasumber melalui email. Adapun perumpamaan data-data yang diperlukan adalah sebagai berikut :
a. Nama Lengkap : Dinar Ardanti
b. Usia Anak : 11 Bulan
c. Nama Anak : Almaira Rindang Thara
d.Nomor HP : -
e.Kondisi anak : Sehat dan jarang menangis
f. Lokasi : Ciledug
g. Perkiraan kejadian : Sebelum/Saat gempa kurang diketahui karena orangtua tidak ikut merasakan adanya gempa
h. Agama : Islam
3. Metodologi Case Study
Metodologi ini masih menunggu hasil dari metodologi Survey.
Mungkin ada yang mengalami hal serupa ?
Bisa ditambahkan ke dalam list tersebut.
Terima kasih.
-dinar-
Lapak.Info