** ditulis untuk melunasi janji kepada Tante Eva @Dubai ^_^
Kesan pertama sebelum menonton film ini :
- Di Pim 1, 21 full ! Menuju loketnya sudah panjang antrian tampak dari kejauhan, ketika mendekati loket .. terpampang : “AAC HABIS” .. padahal ayah,bunda dan alma datang sekitar pukul 13.00-an. Yah batal deh acara nontonnya (tersedia yang pukul 18-an, lha maghribnya kepiye sooonn !!).
- Di Bintaro Plaza, 21 full lagiii .. :O dan didekat loketnya pun tertulis “Studio 2 & 3 HABIS” … tweeeewww .. yo opooo tooo .. padahal sudah datang lebih pagian. Yo uwis, ambil yang pukul 16.40 WIB (masih dapat Asar dan Maghrib).
- Baru kali ini, penampakan teman2 yang menggunakan jilbab memenuhi bioskop (sukses nih pengarang buku dan sutradaranya !!) .. banyaaaaaknya sampai bun2 bengong :O
- Ada teman bun2 (halo nyonya Rambo), yang paling males diajak ke bioskop akhirnya turun gunung juga .. nonton juga dia ! (Ini pelem bertanda emang bangus banget ya !)
Setelah wara-wiri di dalam binplaz, sampai yang 10 menit menuju pelem bakal diputar, eh Alma pup .. hooo melesatlah bun2 ke toilet perempuan (hehe Alma pinter deh kamu, pupnya kog ya bisa pas bener ya :D).
Oke2, tadi intermezzo sebelum review AAC ^_^
Sekarang, Review Ayat-ayat Cinta dari kacamata yang belum baca bukunya (jadi mohon maaf, rada lupa urutannya dan juga karena kesibukan bun2 menjaga Alma yang ga betah berlama2 di dalam bioskop) ^_^
Adegan awal hingga saat Maria mengirimkan sebotol jus jeruk kepada Fachri, menurut info dari ayah yang sudah membaca bukunya,”Nah, yang sebelum ini, ga ada di bukunya Bun”. Jadi dari awal adegan hingga jus jeruk .. ayah selalu bilang,”Yang ini ga ada bun di bukunya”.
Adegan awal, .. Fachri nampak kebingungan dan berteriak,”Maria .. maria”,
Maria bertanya,”Ada apa Fachri ? Kamu perlu kamus ?”
Fachri pun menjawab,”Saya butuh kamu ke tempat saya”.
Maria dan Fachri pun bergegas ke Flat Fachri yang begitu nampak sederhanaaa sekali (dindingnya terlihat kusam). Ada apa sih ? (bun2 penasaran).
Tampil adegan lucu di flat Fachri, yaitu saat teman2 Fachri yang kaget akan kehadiran Maria, bahkan ada yang hanya menggunakan handuk ! :O
Ternyata tampil error pada sistem komputer Fachri, yang menurut Maria komputer tersebut terkena serangan virus karena belum update antivirusnya sehingga file-file dalam harddisk hilang tidak dapat diselamatkan !!
Panik dan bingung nampak dari wajah Fachri, secara file2 tersebut diperlukan untuk tesisnya yang jadwalnya adalah 3 hari lagi.
Maria memberikan ketenangan,”Fachri, kamu kan tidak sendiri”.
Akhirnya, beramai-ramailah saling bahu-membahu membantu Fachri membuat ulang tesisnya.
Kemudian, adegan pun pindah ke lokasi Al Azhar, tempat Fachri dkk menimba ilmu.
Ada seorang wanita berjilbab melewati papan pengumuman, namun setelah melewatinya kemudian langkah kakinya kembali lagi, (ada apa ya ?), ternyata terpasang foto Fachri dkk, diam2 diambil olehnya foto tersebut dan disimpan ke dalam buku. Foto tersebut akhirnya digunting dan ditempel di buku diary. Siapa perempuan itu ? Nurul namanya. Seorang perempuan yang ternyata menaruh hati kepada Fachri, dan ditulislah Fachri sebagai,”Lelaki Tersayang.” (wuiiiih puitis bennneeeerr !!!).
(sori bun2 lupse adegan selanjutnya ada apa ya, karena pas Alma sibuk minta su-ul).
Lanjut ..
Lokasi kembali lagi ke Flat Fachri, nampak Fachri bersukacita karena ada kabar dari Nurul bahwa jadwal ujian tesis dapat diundur hingga minggu depan, sehinggaaaa proses buat ulang tesis dapat lebih longgar.
Maria pun bertanya,”Siapa itu Nurul?”
Fachri pun menjawab,”Nurul? Ohh, dia itu teman yang biasa membantu kami di kampus.”
(aduh bun2 kog lupse lagi ya ada adegan apa lagi ..)
Lanjut ..
Terdengar suara,”PLAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAKKK !!!!”
(Lho ada adegan keras juga ternyata :O)
Terlihat lelaki tinggi, berkulit gelap, berkumis tebal sedang memukul seorang perempuan, yang bernama Noura.
Noura menangis tersedu-sedu karena setelah disiksa kemudian ditinggalkan begitu saja oleh lelaki tersebut di luar, sehingga membuat Fachri yang melihat penyiksaan tersebut menjadi tidak tahan, kemudian ..
“Maria, kamu dengar itu ?”
Maria,”Ya Fachri”,
Fachri,”Tolong bantu Maria, kamu tahu saya tidak tahan melihat perempuan menangis”,
Maria,”Tapi aku takut Fachri. Kamu tahu kan bagaimana Bahrun”,
Fachri,”Tolong Maria”.
(Sesudahnya, Ayah berkomentar,”Kalau yang dibuku bukan telpon2an pakai HP bun, tapi sms2an).
Kemudian Maria akhirnya memberanikan diri keluar dari Flat dan mengendap-ngendap keluar untuk membantu Noura yang sedang menderita di luar sana.
Noura pun akhirnya subuh itu diselamatkan oleh Maria dan Fachri, kemudian mereka bertiga menuju ke tempat Nurul meminta bantuan agar Noura sementara berada di rumah Nurul.
Nurul sempat menolaknya, namun karena Fachri meminta dengan sangat .. akhirnya Nurul pun menyanggupinya.
Noura sempat menceritakan mengapa Bahrun begitu tega menyiksanya, karena Noura bukanlah anak kandung Bahrun. Semasa bayi, ada yang menukarnya dengan bayi lainnya.
Fachri berkata,”Saya akan menghubungi seorang teman di intelejen, agar dapat menemukan siapa orangtua kandung Noura sebenarnya”.
Singkat cerita, bertemulah Noura dengan orangtua kandungnya dan juga anak dari Bahrun (mirip memang dengan Bahrun).
Ada adegan saat Noura memberikan sepucuk surat cinta kepada Fachri, di dalamnya ada puisi dari Noura untuk Fachri,”Aku ingin menjadi yang halal bagimu, yang bisa kau kecup keningnya .. dst dst” (walaaah romantis pisan pokoknya).
(Ayah berkomentar,”Bun, kalau yang di buku, ga secepat ini ketemunya).
(aduuuh ada adegan apa lagi yaaa .. seingatnya bun2 aja yaa).
Lokasi pindah ke pinggiran sungai Nil, nampak Maria dan Fachri sedang berbincang berdua.
Fachri,”Yang kucintai dari Mesir adalah Sungai Nil dan Al Azhar. Apabila tidak ada sungai Nil maka tidak akan ada Al Azhar.”
Maria,”Tidak ada sungai Nil maka tidak ada peradaban Mesir”.
(bun2 lupse yg bilang jodoh antara Sungai Nil dan Mesir siapa ya, ada yang mengucapkan kira2 begini ..)
“Sungai Nil dan Mesir sudah jodohnya”.
Nampak dalam perbincangan tersebut bahwa Maria sungguh memuja sosok Fachri, namun Fachri tidak menyadarinya. Gemes banget liatnya !
Adegan pindah lagi ke dalam gerbong Kereta Api, terdengar perbincangan Fachri dengan salah seorang rekannya .. Kemudian nampak dua orang perempuan bule yang diketahui setelahnya adalah warga negara Amerika, perempuan yang satu nampak sudah lemaaaassss .. tidak tahan akan panasnya Mesir.
Nampak, seorang perempuan bercadar (cantiiiik banget matanya), mempersilahkan amrik tersebut untuk duduk di tempatnya (karena di gerbong itu .. weleeeh sudah nampak panasnya, kusam dan full tempat duduknya, ga ada yang mau kasih tempat duduk !).
Eee, ada satu laki2 yang nampak geram melihat perempuan cantik tersebut memberikan tempat duduk kepada amrik. Dia bilang,”Hai mengapa kamu memberikan tempat dudukmu kepada teroris itu ?!?!?”
(bun2 rada bingung melihatnya, itu laki2 pegang tasbeh tapi mengapa picik gitu sih pikirannya).
Sempat panas suasana di dalam gerbong tersebut. Fachri sempat terkena tonjokan dari laki2 tsb.
“Hai, kamu telah menyakiti Rosululloh dengan sikap kasarmu itu.” Sepotong kalimat yang bun2 agak ingat dari perkataan Fachri.
Kalimat per kalimat yang meluncur dari mulut Fachri membuat perempuan cantik tsb terpana.
Karena apa yang diutarakan oleh Fachri nampak memang Islam melindungi setiap mahluk Allah khususnya kaum perempuan, tidak memandang siapa pun itu.
Di situlah awal perkenalan antara Fachri dan Aisha .. nama perempuan cantik tersebut, yang ternyata warga negara Jerman dan mempunya paman yang satu Talaqi dengan Fachri.
Akhirnya, perempuan amrik tsb ternyata seorang wartawan yang sedang meliput mengenai Islam, dan Fachri pun menjadi salah satu narasumber penulisannya. Memandang kagum amrik tsb kepada Fachri.
Adegan selanjutnya mungkin bun2 agak kurang urut reviewnya ya ^_^
Ada adegan Nurul yang minta pada pakdenya agar bicara kepada Fachri mengenai perasaannya, tapi oleh sang pakde nanti saja dan akan dibicarakan akhir bulan (cmiiw).
Ada adegan Maria pergi mengunjungi sang nenek bersama ibu, di luar Mesir (cmiiw).
Ada adegan Fachri beberapa kali mendatangi seseorang yang dianggap sebagai guru, dengan menyerahkan surat2 cinta dari Nurul dan Noura. Akhirnya oleh sang guru, agar Fachri diberikan ketenangan lahir batin selain untuk menyempurnakan agama, maka Fachri pun dikenalkan kepada seseorang yang istilah bahasa Arabnya adalah Ta’aruf.
Fachri sempat bimbang, dan minta masukan dari sahabatnya, apa yang dikatakan oleh sahabatnya ?
“Ta’aruf adalah tahap pertemuan dua pihak keluarga untuk berkenalan, kalau cocok yaaa diteruskan ke pernikahan kalau tidak pun .. (duh bun2 lupse dia bilang apa tepatnya, tapi kurang lebihnya ya kalau tidak berarti tetap bersilahturahmi)”.
Akhirnya Fachri pun menyanggupi proses Ta’aruf .. dan bertemulah Fachri dengan perempuan yang dikenalkan oleh sang guru.
Fachri berkata,”Saya hanya seorang anak dari orangtua penjual tape dan saya belum punya pekerjaan tetap”
Oleh sang guru,”Menikah itu akan dimudahkan”. (kurang lebihnya begitu ya adegannya).
Nah …..
Siapakah perempuan tersebut .. yang dijodohkan dengan Fachri ???
Dialah perempuan cantik yang Fachri pertama kali berkenalan di dalam gerbong kereta api nan panas .. Aisha … ya Aishalah perempuan itu ..
Dibukalah cadar Aisha .. untuk diperlihatkan kepada Fachri .. sang calon suami.
Fachri memandang Aisha hanya sanggup memandangnya tanpa berkata sesuatu apapun.
Akhirnya orangtua pun dihubungi dan berterimakasihlah Fachri kepada sahabatnya.
Kemudian berlangsunglah dengan meriah pernikahan antara Fachri dan Aisha ..
Dengan di lain tempat, tampak Nurul tersiksssssaaaa sekali ..
Dan di tempat lain .. nampak .. Maria gundah gulana menatap bulan .. hendak menghubungi Fachri namun tak bisa ..
(walaaah pusing bangeeetttt).
Fachri dan Aisha pun tinggal di Flat Aisha yang mewah (wah beda banget sama Flatnya Fachri), kemana2 naik mobil, sampai saja komputer Fachri yang nampak sudah kusam dan suka ngambek .. digantikan notebook oleh Aisha ..
Nampak Fachri keberatan, karena pc kusam tsb adalah hasil tabungan Fachri dan banyak kenangan dia dengan Maria (O’oooow .. Fachri .. tetttooottt .. ojo menyebutkan kenangan nama perempuan lain di depan istrimuuu).
Aduh bersambung dulu ya .. :D
gambar diambil secara semena2 dari sini
Lanjut lagi aaahh (after lunch nih nulisnya).
Hu hu hu Fachri, karena Aisha begitu mencintaimu makanya dirimu dibelikan notebook pengganti komputermu yang sering error.
“Mengapa kau tidak minta ijin mengganti komputerku ?” (yah kurang lebihnya begitu ya dialognya).
Setelah itu …
Adegan Maria sedang berjalan sendiri di malam hari, namun .. tiba-tiba ..
“BRAAAAAAAAAAAAAAAAKKK”
Ada mobil yang nampak sekali sengaja menabrak Maria !!!
Terkaparlah Maria, dan kemudian adegan pindah ke rumah sakit, Maria segera dirawat di sana.
Di lain tempat, tepatnya di kantor polisi .. nampak Bapak kandung Noura berkata pada polisi ..
“Saya mau Anda menangkap seseorang !!”
Polisi pun bertanya,”Siapa ?”
Bapak kandung Noura pun menjawab,”Lelaki yang telah memperkosa anak kandung saya !!!!”
(Jegeeeerrrr, bun2 bengong .. lhoooo kog Noura yang nongol ? Lhooo ono opo taaaaah ?? Kemudian ayah bisik2,”Bun, lihat saja nanti.” Yah ayah mah, bikin bun2 curious aje deeeeh).
Lokasi pindah ke Flat lt.1 milik ibu Aisha nan mewah, di sana .. telah datang orangtua Nurul dengan maksud meminta agar Fachri menikahi Nurul .. karena Nurul telah kehilangan cahaya hidupnya (walah Fachri, dikaw macam matahari saja bagi Nurul :O).
Aisha mendengarkannya diam-diam dari kejauhan (tepatnya dari lt. 2) .. nampak wajahnya yang .. (yah tahu sendirilah wajah seorang istri yang suaminya diminta untuk menikahi perempuan lainnya).
Namun, Fachri dengan tegas menolak permintaan kedua orangtua Nurul,”Pernikahan bukan sekedar memerlukan cinta ..” (cmiiw).
Kemudian, seperginya orangtua Nurul, dari lt. 2 flat Aisha .. “Siapa Nurul ? Ada janji apa dengannya ?” Aisha nampak gusar bertanya kepada Fachri.
Belum sempat Fachri memberikan jawaban lebih lanjut, terdengar suara ketukan pintu (eh apa bunyi bel ya ? Lupse bun2 ..).
“Siapa lagi yang minta untuk kau nikahi ?”, pertanyaan Aisha yang nampak sindirannya untuk Fachri.
Fachri pun menuju lt. 1.
Nampak seorang perempuan hendak membukakan pintu, namun oleh Fachri,”Biar saya saja”.
Begitu pintu dibuka … eng ing eng …
“Kami mencari Fachri.” Ternyata ada dua orang berada di depan pintu itu …
“Ya, saya Fachri.”
Loh e loh, kog .. dua orang tersebut menangkap Fachri, dengan tuduhan,
“Anda ditangkap, karena telah memperkosa !!!!”
Aisha mendengarnya bagaikan petir di siang bolong, (tidaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaakkkkk !!! begitu mungkin ya yg dalam pikirannya).
Fachri dengan lantang berteriak,”Ini FITNAH, ini FITNAHHHH !!! Aishaaaa, ini FITNAAAAAAAAHHH.”
Akhirnya Fachri pun masuk bui .. terpenjara oleh tuduhan memperkosa .. Noura ……
Bun2 semakin bingung, ayah berkata,”Nonton aja bun”. (Sedangkan Alma sudah mulai ga betah dipangku, dia lebih milih duduk di tangga bioskop sambil bilang,”Duduk duduk”).
Aisha antara percaya dan tidak percaya, akhirnya minta bantuan pengacara asal Indonesia.
Ternyata, atas pengakuan Noura, … Noura telah diperkosa pada hari di mana dia diselamatkan oleh Maria dan Fachri .. (kebangetan deh si Noura ini, ini pikiran bun2 pada awalnya).
Sidang demi sidang dilaksanakan, nampak berbagai macam perjuangan Aisha demi menolong sang suami .. Fachri.
Dan juga nampak, keterangan dari Noura bagaimana Fachri yang semula santun namun malah memperkosa dirinya (please deeeeeh Noura !!).
Saksi Bahrun yang nampak bengis itu, dalam sidang memberikan keterangan bahwa Fachrilah yang telah menculik Noura (dih, bukannya situ yang membuang Noura setelah diplaaaaaakkkk plaaaaakkk plaaaakk !!).
Nampak pula Fachri yang juga hadir dalam sidang, namun dikerangkeng macam hewan …
Selesai Sidang yang masih belum putus, Aisha mengejar Noura, “Tatap mata saya kalau memang benar Fachri memperkosamu hai Noura !!”
Namun Noura tidak berani menatap mata Aisha ..
Aisha tidak pantang mundur, dia mendatangi Nurul
Dimulai dengan keterangan yang diperoleh Aisha dari Nurul, di sinilah Aisha mulai mengenal siapa dan bagaimana sang suami. Nurul berkata,”Dimulai saja belum …”. Maksudnya memang belum pernah terjadi sesuatu di antara Nurul dan Fachri, yah istilah anak muda .. just a friend .. ga lebih !! Dan dari Nurul-lah, diperoleh informasi bahwa Noura datang kepada Nurul ditemani oleh Fachri dan Maria ..
Sempat pula Aisha mencuat amarahnya kepada sahabat Fachri,”Siapa Fachri sebenarnya ?? Siapa ??”
Aisha mengejar di mana lokasi Maria berada .. Karena satu2nya saksi yang dapat membantu Fachri adalah Maria !!!
Ternyata Maria masih dalam kondisi yang kritis, hanya bisa terkapar tidak berdaya. Sengaja oleh sang ibu, Maria dibawa jauh dari segala kenangan tentang Fachri.
Maria berkesimpulan, Fachrilah yang mampu membangkitkan semangat Fachri.
Di lain tempat, Fachri nampak belum bisa menerima kondisi yang menimpa dirinya sedemikian rupa .. dipenjara ditemani dengan tikus-tikus … dan tambah luluh lantak setelah membaca surat pernyataan bahwa Fachri telah dikeluarkan dari Al Azhar ..
Namun rekan satu selnya memberikan semangat,”Ha ha ha, dikeluarkan dari Al Azhar bukanlah kiamat hai Indonesia !!!!”
Tangisan Fachri semakin kuat dan bahkan tidak dapat konsentrasi dalam sholat ..
“Ha ha ha, mahasiswa Al Azhar, apakah hanya sholat ketika sedang ditimpa kesulitan ??” sindir rekan satu sel Fachri.
“Fitnah yang kau dapat sekarang ini, macam Nabi Yusuf yang menerima fitnah dari Zulaikha, di mana beliau difitnah telah memperkosa Zulaikha, padahal kenyataannya adalah .. Zulaikha-lah yang tidak dapat menahan nafsunya melihat beliau. Namun apa .. apa yang dilakukan oleh beliau ?? Apa ?? Tidak menerima keadaan ?? OOOH, bukan !!! Melainkan sabar dan ikhlas .. Allah sedang berbicara kepada kau hai mahasiswa Al Azhar !! Sabar dan Ikhlas, itulah Islam”, panjang lebar kalimat demi kalimat yang meluncur dari mulut rekan satu sel Fachri (cmiiw).
Bersambung lagi aaaaahhh .. my super hero sepertinya sebentar lagi datang menjemput bun2 ^_^
Aisha datang mengunjungi Fachri dengan membawa radio tape (lho untuk apa ya ??), ternyata untuk merekam suara Fachri. Fachri semula menolaknya, namun Aisha keukeuh sumerekeuh,”Demi kita Fachri.”
Fachri akhirnya mulai merekam suaranya, namun bukan sekedar suara, melainkan bercerita mengenai awal berkenalan dengan Maria.
Mulailah Fachri bercerita awal kenal dengan Maria saat salah ketuk Flat Maria,
Maria,”Indonesia ? Di bawah flatnya.”
Cerita demi cerita yang meluncur dari mulut Fachri, menggambarkan betapa mereka sudah sedemikian dekatnya, namun memang hanya berteman biasa saja.
Aisha menyudahi cerita Fachri dengan,”Tolong katakan bahwa kamu mencintai Maria dan akan menikahinya.”
Dueeeeeeeeeeeeeeeeeeengggg !!! (bun2 pusing dadakan)
Fachri tidak mau menyanggupinya, sementara penjaga sel mengingatkan,”Indonesia, sudah habis waktumu !!!” (cmiiw).
“Tolong Fachri, demi kita ..”, lirih terdengar suara Maria.
Lokasi pindah ke Rumah Sakit tempat Maria dirawat, .. suara Fachri yang telah direkam dalam radio tape mulai didengarkan kepada Maria, namun .. Maria tidak bereaksi ..
“Mungkin memang perlu Fachri yang hadir di sini”, ini ucapan seorang perawat ..
Pengacara Fachri akhirnya berusaha mendatangkan Fachri ke Rumah Sakit namun hanya bisa selama 3 jam, itu pun dengan menggunakan hak warga negara Aisha (wah urusannya jadi keliatan ribet).
Fachri pun hadir di samping Maria (tapi soriiii bun2 lupse ada adegan apa, tapi sepertinya Maria mulai sadarrrrr, dan huhuhuuh sedih lihat Aisha ….).
“Jangan pernah meninggalkan aku lagi Fachri”, lirih terdengar suara Maria,
Dan Aisha pun tidak sanggup melihat adegan Fachri dan Maria .. keluar dari ruang kamar dengan menangis tersedu2 namun ditahan …
Kemudian, lokasi adegan pindah ke ruang Sidang,
“Saya akan menghadirkan satu saksi mata lagi bapak Hakim”, Pengacara Fachri yang berbicara,”Maria dipersilahkan masuk ke ruang Sidang.”
Jeng jeng jeng jeeeeeeeng jreeeeeng …
“HIIIHHH, kupikir kau telah menabraknya hingga sekarat !!!!”, kamera film mengarah ke Bahrun sang bapak tiri Noura yang nampak mengancam seseorang tapi rada bisik2.
Nampak pula wajah ketakutan Noura begitu melihat Maria benar2 hadir dalam ruang Sidang.
Dengan menggunakan kursi roda, Maria pun bersaksi atas nama Tuhan.
Bergulirlah keterangan demi keterangan dari mulut Maria yang menggambarkan betapa santunnya Fachri terhadap mahluk perempuan dan juga bagaimana kondisi penyelamatan Noura.
Tiba-tiba terdengar suara Noura,”INI SEMUA GARA-GARA BAHRUN dan Fachri !!!!”
Akhirnya, dari mulut Nouralah keterangan yang sebenar2nya meluncur ..
“Bahrun telah menyiksa saya karena saya bukan anak kandungnya, namun kedatangan Fachri yang telah menolong saya membuat saya semangat untuk tetap hidup, namun .. Fachri tidak membalas surat cinta saya !!” (cmiiw)
“Bahrunlah yang telah memperkosa saya, dan dia bertanya siapa yang menyelamatkan saya malam itu …”, Noura melanjutkan keterangannya.
“Saya tidak mau orangtua kandung saya jadi tidak menerima saya dengan kondisi saya sekarang ini”, sambil berlinang air mata Noura menceritakannya.
Dari dalam kerangkeng, Fachri berteriak,”Orangtua kandungmu akan tetap menerima dirimu apa adanya Noura”.
Terdengar suara ketokan palu pak Hakim,”Dengan ini saya nyatakan bahwa, Saudara Fachri .. TIDAK BERSALAH, TERBEBAS DARI TUDUHAN PERKOSAAN!!” (cmiiw)
Gemuruh suara sorak sorai terdengar,”Selamat Fachri, Al Azhar akan menerimamu kembali !!!”
Fachri pun terbebas dari tuduhan, dapat keluar kerangkeng .. berkat pertolongan Maria dan keterangan Noura.
Hari-hari selanjutnya, mulai nampak kebingungan Fachri akan dua istri yang mendampingi (Maria memang akhirnya dinikahi Fachri) serta nampak betapa tersiksanya Aisha, hingga akhirnya Aisha ijin kepada Fachri untuk pergi ke suatu tempat dengan ditemani oleh paman Aisha,
“Mengapa harus pamanmu yang mengantar dirimu ? Ada aku yang dapat mengantar dirimu Aisha”, terdengar Fachri berbicara dengan Aisha namun tidak menyadari kehadiran Maria yang diam-diam mendengarkan pembicaraan itu.
“Kamu sebaiknya menjaga Maria, Fachri”, wedew ini Aisha logh yang bilang begini.
Adegan selanjutnya, Fachri curhat ke salah satu sahabatnya, curhat dengan kondisi dua istri yang mendampinginya saat ini sungguh membuat diri Fachri gundah gulana.
“Fachri, Fachri, satu saja ku tak punya, kau yang punya dua istri minta nasehatku ?!?” ini ucapan sahabat Fachri (cmiiw).
Lupse ada adegan apalagi .. lanjut yeee
Ada adegan Fachri yang membantu Maria latihan jalan serta Aisha yang kehamilannya mulai membesar sedang berolahraga jalan mondar-mandir, yah pokoknya sudah rukunlah mereka.
Namun, tiba2 Aisha terjatuh .. dibawalah Aisha ke RS (ternyata kecapekan), eee Maria juga ikutan diraawat secara ada darah mengucur lagi dari hidungnya (cmiiw).
Aisha dan Maria dirawat dalam beda kamar namun satu Rumah Sakit.
Nampak Fachri sedang menemani Aisha ..
“Fachri, apakah sudah mengunjungi Maria ?”, Aisha bertanya.
Fachri : “Belum Aisha, .. mm tapi mau beli makanan dulu ya.”
Aisha : “Buat Maria juga ya, Fachri.”
Fachri : “Untuk kita bertiga ..”
Weeeeeleeeh pusing kan punya istri dua :D
Adegan apa lagi lupse ..
Lanjut ..
Ada adegan Fachri dan Aisha datang mengunjungi Maria,
Maria nampak lunglai dan diam saja,
“Panggil susterrrr !!!!”, jerit Fachri kepada Aisha,
Begitu Fachri dan Aisha hendak memanggil suster,
TEP !! Tangan Maria tiba-tiba memegang tangan .. (lupse deh itu tangan Fachri apa Aisha ya yg dipegang Maria),
Maria minta tidak dipanggilkan suster namun minta ditemani saja,
kemudian mereka sholat bertiga berjamaah ..
Namun saat sholat itu .. nampak Maria semakin turun kondisinya ..
Selesai sholat ..
“Maria ? Maria ?????”, Aisha nampak khawatir melihat kondisi Maria.
“Panggil susteeeeeeeeeeeerrr !!!”, jeritan Fachri tambah parah.
Akhirnya, oleh cinta .. terpanggillah mahluk perempuan yang telah menjadi muslim untuk kembali kepada-Nya …
(eh ada adegan apa lagi ya ? :O)
Terdengar lantuan suara Rossa menyanyikan lagu,”Atas nama cinta … “
Selesai sudah film Ayat-Ayat Cinta (AAC bukan AADC ya).
Comment bun2 yang BELUM membaca bukunya, ya karena emang suka pelem Indonesia, secara pengen bikin pelem Indonesia (ini ngimpi kog jauh bener sih !!), pelem AAC ini (film bun!!!) lumayan bagus.
Tapi tetep lebih suka Get Married ya ? :O
Bagi yang mau nonton tapi sudah pernah membaca bukunya, yaaah siap2 kuciwawa macam Ayah yang ini nonton pelem kog kayak sinetron.
Waaaah andaikan yaaa, sang sumber modal muslim juga dan bisa bener bener persis macam di bukunya .. hehe kebayang donk kan Islam itu memang Indah serta poligaminya ternyata utk menolong Fachri yg kena fitnah dan menolong jiwa Maria yang luluh lantak walau akhirnya dalam cerita dipanggil oleh-Nya.
So so lah dan selamat untuk Sutradaranya, sudah mau berusaha membuat film ini dari buku yang laris manis walau … banyak bagian dari buku tidak ada dalam film dan di film ada namun di buku tiada ..
Nampak pula .. seperti yang ayah bilang .. loh koooog minumnya pakai tangan kiri ? Sedangkan tangan kanannya kan ada .. pegimane ceritanye ye ..